09 Sep 2026
Tim Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) STMIK PPKIA Pradnya Paramita (STIMATA) menjalani Monitoring dan Evaluasi Internal atas program pemberdayaan IRT Empal Gentong Berkah 27 di Desa Asrikaton, Pakis, Malang, melalui inovasi bumbu kemasan siap masak dan digitalisasi pemasaran
MALANG — Rangkaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Tahun Anggaran 2026 di lingkungan STMIK PPKIA Pradnya Paramita (STIMATA) Malang dibuka dengan evaluasi terhadap program tim Jauharul Maknunah, S.E., M.M, Kamis (27/8/2026). Program bertajuk “Pemberdayaan IRT Empal Gentong Berkah 27 Melalui Inovasi Bumbu Kemasan Siap Masak di Desa Asrikaton, Pakis – Malang” ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat / Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP), yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Program ini memperoleh dana disetujui sebesar Rp22.650.000, diketuai oleh Jauharul Maknunah, S.E., M.M (NIDN 0717106702), beranggotakan Indah Dwi Mumpuni, S.Kom., M.T. dan Dwi Safiroh Utsalina, S.Kom., M.MSI, serta melibatkan dua mahasiswa yaitu Naulan Dharmawan Program Studi S1 Sistem Informasi dan Abdulloah Al-Huda Makatul Mukaromah dari Program Studi D3 Sistem Informasi
Monev yang berlangsung secara luring di Kampus STIMATA, dilakukan oleh dua penilai, yaitu Fitri Marisa, S.Kom., M.Pd., Ph.D. dari Universitas Widya Gama Malang, dan Dr. Tubagus Mohammad Akhriza, S.Si., M.MSI dari STIMATA. Selama sesi monev, Kedua reviewer sama-sama memberikan apresiasi yang tinggi pada setiap butir komponen penilaian, mulai dari kehadiran dan pelaksanaan, produk hasil intervensi, keterlibatan mahasiswa, karya audio visual, artikel populer di media massa, hingga penggunaan anggaran dan indikator khusus pemberdayaan serta keberdayaan mitra.
Bantu Mitra Naik Kelas dari Dapur Rumahan ke Pasar Digital
IRT Empal Gentong Berkah 27 merupakan usaha rumahan bidang kuliner dengan produk andalan empal gentong khas Cirebon, yang berdiri sejak 2023 dan dikelola oleh Ibu Ninik Suprihatin. Sebelum program ini berjalan, mitra menghadapi sejumlah kendala: proses pengemasan bumbu masih menggunakan sarana seadanya dan belum memenuhi standar kemasan, identitas usaha kurang dikenal meski lokasinya strategis, serta pemasaran yang masih mengandalkan cara offline dengan jangkauan terbatas di sekitar lokasi usaha.
Untuk menjawab persoalan tersebut, tim menghadirkan sejumlah intervensi nyata, mulai dari pengadaan sarana produksi berupa gilingan bumbu, timbangan digital, vacuum sealer, plastic vacuum emboss, dan label kemasan, hingga pemasangan neon box sebagai identitas usaha yang lebih mudah dikenali baik siang maupun malam hari. Tim juga memberikan pelatihan dan pendampingan branding, pengelolaan akun bisnis, serta pembuatan konten foto dan video promosi menggunakan teknologi AI Gemini VEO.
Capaian Positif di Lapangan
Hasil pendampingan menunjukkan capaian yang menggembirakan. Sebanyak 84,4 persen mitra memahami konsep branding, sementara 100 persen mampu memahami materi teknis seperti manfaat akun Instagram profesional, dan seluruh mitra berhasil membuat akun bisnis sendiri. Dari sisi praktik penggunaan alat, 100 persen mitra mampu mengoperasikan gilingan bumbu dan timbangan digital, sementara 90 persen sudah mampu menggunakan vacuum sealer untuk mengemas bumbu siap masak.
Bumbu Empal Gentong Berkah 27 kini telah memiliki kemasan yang menarik
Program ini turut menghasilkan sejumlah luaran publikasi: artikel yang tayang di media Jawa Pos Radar Malang pada 19 Agustus 2026 dengan judul “Inovasi Bumbu Siap Masak STIMATA Dorong Empal Gentong Masuk Pasar Digital”, video dokumentasi kegiatan yang telah diunggah di kanal YouTube lembaga, serta draf artikel jurnal ilmiah yang tengah disiapkan tim.
Kendala Dijawab dengan Koordinasi dan Pendampingan Bertahap
Dalam pelaksanaannya, tim menghadapi tantangan berupa penyesuaian jadwal antara tim, mahasiswa, dan mitra yang usahanya tetap berjalan selama program berlangsung, kebutuhan dokumentasi yang harus dilakukan bersamaan dengan kegiatan, serta pendampingan intensif yang masih dibutuhkan mitra dalam penerapan teknologi konten pemasaran digital. Tantangan ini disiasati melalui koordinasi jadwal yang fleksibel, pembagian tugas dokumentasi kepada anggota tim dan mahasiswa, serta pendampingan langsung dalam pembuatan foto, video, dan pengelolaan konten media sosial mitra.
Ke depan, tim berencana melanjutkan pendampingan untuk optimalisasi akun Instagram dan TikTok Shop mitra, serta pembuatan konten promosi berbasis video pendek menggunakan teknologi AI generasi terbaru. Dengan hasil monev internal yang positif ini, program pemberdayaan IRT Empal Gentong Berkah 27 diharapkan dapat menjadi salah satu model pendampingan UMKM kuliner berbasis inovasi produk dan digitalisasi pemasaran yang berkelanjutan.