Kolaborasi Berdampak
22 Oct 2026
MALANG – Komitmen mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak terus diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STIMATA) Malang bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Pemerintah Kota Malang terus mematangkan aplikasi sistem informasi evaluasi Kota Layak Anak (KLA) yang dilengkapi kecerdasan artifisial generatif (Generative Artificial Intelligence atau Gen-AI).
Sebagai bagian dari tahapan pengembangan tersebut, Unit Kerja Sama STIMATA menggelar diskusi tertutup bersama Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinsos P3AP2KB Kota Malang pada Rabu, 21 Oktober 2026 di Ruang Pertemuan STIMATA. Pertemuan ini melanjutkan serangkaian diskusi sebelumnya, sekaligus mempersiapkan sosialisasi dan penerapan aplikasi kepada lembaga-lembaga kemasyarakatan di Kota Malang.
Dari pihak STIMATA, kegiatan dihadiri Ali Qodi selaku Kepala Unit Kerja Sama dan Dr. Tubagus Mohammad Akhriza sebagai konsultan pengembangan aplikasi. Dari Dinsos P3AP2KB Kota Malang hadir Dr. Atiyatul Husna, S.Hi., M.EI., selaku Kepala Bidang PPA, bersama Luluk Khafifah, S.E., M.M dan Jeffy Louis, keduanya adalah Staf Bidang PPA. Diskusi berlangsung kolaboratif, dengan fokus menyempurnakan mekanisme evaluasi dan verifikasi dokumen agar sesuai kebutuhan di lapangan
Keunggulan aplikasi ini terletak pada integrasi Gen-AI dalam proses evaluasi. Sistem tidak hanya menjadi sarana pengumpulan data dan dokumen, tetapi juga membantu memeriksa kesesuaian antara jawaban evaluasi dan dokumen pendukung yang diunggah setiap lembaga.
Alurnya sederhana:
Mekanisme ini bukan sekadar rancangan di atas kertas. Mesin AI-nya sudah berjalan dalam tahap uji coba di infrastruktur otomasi terkendali yang dikembangkan tim STIMATA, mulai dari pemrosesan jawaban, pemrosesan lampiran, hingga klasifikasi jenis dokumen. Diskusi kali ini memastikan setiap tahap tersebut selaras dengan ketentuan evaluasi KLA sebelum digunakan lebih luas.
Salah satu tantangan evaluasi Kota Layak Anak adalah banyaknya lembaga yang terlibat dan beragamnya dokumen yang harus diperiksa. Bila seluruhnya dikerjakan manual, pemeriksaan membutuhkan waktu dan tenaga yang besar, terutama ketika jumlah lampiran terus bertambah.
Dengan dukungan Gen-AI, pemeriksaan awal dapat dilakukan lebih efisien. Sistem membantu memilah dan menilai relevansi dokumen berdasarkan jawaban formulir, sehingga petugas Bidang PPA dapat berfokus pada hasil yang memerlukan validasi, klarifikasi, atau keputusan lanjutan.
Meski demikian, AI ditempatkan sebagai alat bantu evaluasi, bukan pengganti kewenangan petugas. Hasil analisis otomatis tetap harus memperhatikan konteks pertanyaan, kualitas dokumen, dan ketentuan evaluasi yang berlaku. Prinsip “manusia tetap memegang keputusan” ini sejalan dengan panduan etika penggunaan Gen-AI yang diterapkan STIMATA, demi menjaga akurasi, akuntabilitas, dan kualitas hasil evaluasi.
Dengan alur kerja tersebut, aplikasi ini ditargetkan memangkas beban pemeriksaan administratif sekaligus membuat proses evaluasi lebih terstruktur dan terukur.
Diskusi antara STIMATA dan Dinsos P3AP2KB Kota Malang menjadi bagian penting untuk memastikan solusi teknologi yang dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan pengguna. Sosialisasi kepada lembaga-lembaga kemasyarakatan juga menjadi tahap strategis, agar mekanisme pengisian, pengunggahan bukti, dan pemanfaatan hasil verifikasi dipahami dengan baik oleh para operator.
Melalui kolaborasi ini, STIMATA memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang menghadirkan AI sebagai karya nyata, bukan sekadar kurikulum. Setelah MboisRek bersama Blok-A.com di bidang media digital, kini kecerdasan artifisial generatif diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan dan tata kelola pemerintahan daerah.
Ke depan, aplikasi evaluasi Kota Layak Anak berbasis Gen-AI ini diharapkan mendukung proses evaluasi yang lebih efisien, transparan, dan terdokumentasi dengan baik. Lebih dari digitalisasi administrasi, inovasi ini menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat ekosistem perlindungan anak, menuju Kota Malang yang semakin layak bagi tumbuh kembang generasi masa depan.
STIMATA — menghadirkan inovasi digital dan kecerdasan artifisial untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.