<Hello Industry 4.0 World/>

Revolusi Industri 4.0 (RI4) belakangan ini menjadi buzzwords di banyak kalangan, seperti industri, pendidikan tinggi, pemerintahan, humaniora, dan lain-lain. RI4 jug dibicarakan di berbagai forum ilmiah. Apa sebenarnya RI4 dan bagaimana sikap Kampus IT STIMATA atas kedatangan, atau tepatnya masuknya kita di RI4 ini?

Wikipedia menjelaskan bahwa Industri 4.0 adalah nama yang diberikan pada tren terkini dari proses otomasi dan pertukaran data. Di dalamnya mencakup sistem siber-fisik (cyber-physical), internet dari benda-benda (Internet of Things), komputasi awan (cloud computing) dan komputasi kognitif (cognitive computing). Yang terakhir, jika diturunkan lagi mencakup pembelajaran mesin (machine learning), pemrosesan bahasa alami (natural language processing), pengenalan bicara (speech recognition) dan visi komputer (computer vision).

Industrial revolutions and future view (Wikipedia, 2018)

Pada kenyataannya, RI4 yang diistilahkan untuk pengembangan pabrik cerdas (smart factory), juga sudah terlihat implementasinya pada pengembangan banyak hal yang menggunakan istilah ‘cerdas’, seperti smart city, smart campussmart classroom, smart transportation, smart parking place bahkan smart toilet.

Di sisi lain, STIMATA menanggapi RI4 ini dengan melakukan perubahan mendasar pada struktur kurikulum dan silabus perkuliahan. Terlihat bahwa program studi S1 Teknologi Informasi telah berorientasi pada Internet of Things (IoT), dimana cloud computing dan intelligent system menjadi pilarnya. Program studi S1 Sistem Informasi berorientasi pada Big data yang dihasilkan oleh dampak dari terkoneksinya sensor dan divais dijital oleh IoT. Tapi Big data is nothing if you can’t process and understand them, dan oleh karena itu, kemampuan di bidang Business intelligence dalam juga menjadi kekuatan utama program studi ini, termasuk melakukan rekayasa media sosial (social media engineering). Sementara itu, DIII Sistem Informasi sebagai subset dai S1 Sistem informasi memperkuat kurikulumnya di bidang pemrograman game untuk Android dan Web administrator, dua platform utama yang menjadi basis IoT.

Lebih detil lagi, di S1 Teknologi Informasi mahasiswa antara lain akan mempelajari cloud computing, intelligent system, artificial intelligentmachine learning dan pemrograman sensor. Di S1 Sistem Informasi mahasiswa mempelajari data mining dan business intelligence yang berorientasi pada pemecahan masalah-masalah di dunia nyata seperti pengolahan data transaksi penjualan, klasifikasi sentimen opini publik, pencarian emerging patterns yaitu pola yang popularitasnya mengemuka, hingga melakukan rekayasa sosmed. DIII Sistem informasi akan terfokus pada desain dan pengembangan game untuk Android, dan pengelolaan Web.

Namun lebih dari itu, ada satu aspek lain yang tidak boleh dilupakan di RI4 yaitu adanya faktor manusia, yang diharapkan beberapa tugasnya mulai dapat digantikan mesin. Di suatu lingkungan smart campus misalnyaketika anda memasuki gerbang kampus saja, smart phone anda sudah memberi tahu tempat parkir mana yang bisa anda gunakan; kemudian muncul pemberitahuan bahwa kelas anda akan dimulai dalam 10 menit, atau warning, apakah anda sudah KRS-an atau belum? Indeed! RI4 mengubah perilaku manusia dalam berkomunikasi. Intensitas komunikasi langsung human-to-human perlahan akan terdegradasi karena semua pemberitahuan dilakukan oleh mesin atau smart phone anda. Di sinilah peran mata kuliah yang mengajarkan ilmu dan pengetahuan berbasis kemanusiaan, seperti kewarganegaraan, wawasan kebangsaan, perilaku dalam berorganisasi dan etika profesional.

Revolusi Industri 4.0 jelas mengubah potret kehidupan manusia dalam satu dekade mendatang. Selain kita harus terus up-to-date terhadap literasi data dan teknologi, literasi kemanusiaan tetap dibutuhkan dan wajib diajarkan.

Dr. Tubagus M Akhriza, S.Si.,MMSI

Ketua STIMATA Malang