Logo STIMATA
STMIK PPKIA Pradnya Paramita Official Web Portal
← Kembali ke Portal Kampus Kolaborasi Berdampak

Orasi Ilmiah Prof. Nur Sultan Salahuddin (Gunadarma): Menjadi Talenta Digital Unggul di Era AI

08 Nov 2026

Wisuda Sarjana dan Ahli Madya STMIK PPKIA Pradnya Paramita (STIMATA) Malang Tahun Akademik 2026/2027 pada Sabtu, 12 September 2026 di Hotel Aria Gajayana Kota Malang terasa istimewa. Selain melepas 95 lulusan Program Studi S1 Sistem Informasi, S1 Teknologi Informasi, dan D3 Sistem Informasi, STIMATA menghadirkan orator ilmiah dari mitra strategisnya, Universitas Gunadarma: Prof. Dr. Nur Sultan Salahuddin, S.Kom., M.T., Ketua Program Studi Sistem Komputer Universitas Gunadarma.

Dalam orasi berjudul "Menjadi Talenta Digital Unggul di Era Kecerdasan Artifisial: Membangun Masa Depan, Menciptakan Solusi, dan Memberikan Dampak", Prof. Sultan mengajak para wisudawan melihat ijazah bukan sebagai garis akhir, tetapi sebagai titik berangkat menuju peran baru di dunia yang semakin digital dan semakin cerdas.

Tiga Konsep Masa Depan: Digital, Cerdas, Berdampak

Prof. Sultan merangkai orasinya dari tiga konsep yang saling terhubung:

  1. Masa depan digital. Dunia yang makin terhubung, tempat data menjadi sumber daya baru dan teknologi digital menjadi fondasi kehidupan. Teknologi kuncinya antara lain AI dan machine learning, cloud & edge computing, Internet of Things, blockchain, dan keamanan siber.
  2. Kecerdasan artifisial (AI). Kemampuan mesin untuk belajar dari data, mengenali pola, memahami bahasa, membuat prediksi, memberi rekomendasi, dan membantu manusia mengambil keputusan. Penerapannya sudah luas, mulai dari kesehatan, pendidikan, perbankan, industri, pertanian, transportasi, perdagangan, hingga pemerintahan.
  3. Sistem cerdas. AI yang dipadukan dengan data, perangkat, dan proses sehingga mampu menerima informasi, mengolah data, mengenali kondisi, mengambil keputusan, lalu memberi respons. Semua itu berjalan dalam siklus umpan balik yang membuat sistem terus belajar.

Benang merah ketiganya diringkas dalam satu rantai: Data → Informasi → Pengetahuan → Kecerdasan → Keputusan → Aksi → Dampak. Teknologi baru bermakna ketika ia berujung pada dampak nyata bagi manusia.

Keterkaitan tiga konsep dalam orasi Prof. Nur Sultan Salahuddin: masa depan digital menyediakan ekosistem, AI menyediakan kecerdasan, dan sistem cerdas mengubahnya menjadi solusi. (Sumber: slide orasi ilmiah, Wisuda STIMATA 12 September 2026)

Peran Lulusan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi di Era AI

Bagian yang paling dekat dengan wisudawan adalah pemetaan peran lulusan tiap program studi. Menurut Prof. Sultan, ketiga prodi STIMATA punya posisi yang saling melengkapi dalam membangun sistem cerdas:

Peta peran lulusan S1 Sistem Informasi, S1 Teknologi Informasi, dan D3 Sistem Informasi di masa depan digital. (Sumber: slide orasi ilmiah Prof. Nur Sultan Salahuddin)

Kalau kamu sedang menimbang prodi, peta ini bisa jadi bahan pertimbangan. Profil lengkap tiap prodi ada di halaman S1 Sistem Informasi, S1 Teknologi Informasi, dan D3 Sistem Informasi.

Hard Skills Saja Tidak Cukup

Prof. Sultan menekankan bahwa talenta digital unggul lahir dari perpaduan hard skills dan human skills. Hard skills mencakup pemrograman, basis data, AI, data analytics, cloud, keamanan siber, jaringan, dan pengembangan aplikasi. Human skills mencakup berpikir kritis, problem solving, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, kepemimpinan, dan yang beliau tandai paling penting: integritas.

Hasil akhirnya adalah profesional yang memiliki tiga hal sekaligus: kompetensi, karakter, dan kepedulian terhadap sesama, lingkungan, dan masa depan.

Kombinasi hard skills dan human skills menuju profesional yang berkompetensi, berkarakter, dan peduli. (Sumber: slide orasi ilmiah Prof. Nur Sultan Salahuddin)

Beliau juga mengingatkan tiga tantangan yang menunggu lulusan: perubahan teknologi yang sangat cepat (ilmu hari ini bisa usang esok hari), dunia kerja yang bergeser karena AI dan otomasi, serta persaingan global yang menuntut etika. Jawabannya: terus belajar, bangun portofolio, dan gunakan teknologi secara bijak. Soal yang terakhir, STIMATA telah menyusun panduan yang bisa dibaca di artikel Etika Pakai Generative AI di Sekolah dan Kampus.

Dari Teori ke Karya: Sistem Cerdas yang Sudah Berjalan di STIMATA

Rantai "data sampai dampak" yang disampaikan Prof. Sultan bukan hal yang jauh bagi kampus kami. Dalam sambutannya di wisuda yang sama, Ketua STIMATA, Dr. Tubagus Mohammad Akhriza, S.Si., M.MSI., Ph.D., memaparkan sejumlah karya AI yang sudah diterapkan bersama mitra:

Inilah yang kami maksud dengan Kampus AI di Malang: AI tidak berhenti di kurikulum atau laboratorium, tetapi menjadi karya yang benar-benar dipakai.

Kolaborasi STIMATA dan Universitas Gunadarma

Kehadiran Prof. Sultan sebagai orator ilmiah menjadi bagian dari kerja sama STIMATA dengan Universitas Gunadarma yang terjalin melalui nota kesepahaman sejak TAHUN 2000 dan terus diperbarui. Salah satu wujud nyatanya langsung dirasakan lulusan: beasiswa lanjut studi S1 ke S2 di Universitas Gunadarma bagi lulusan terbaik STIMATA. Bagi lulusan D3, tersedia pula beasiswa lanjut studi ke S1 di STIMATA.

Kegiatan kolaborasi STIMATA dengan Institusi lainnya dapat diikuti di halaman Kolaborasi Berdampak: Universitas Gunadarma.

Tiga Pesan untuk Wisudawan

Prof. Sultan menutup orasinya dengan tiga pesan yang layak dibawa setiap lulusan:

  1. Bangun masa depan dengan ilmu.
  2. Ciptakan solusi dengan inovasi.
  3. Berikan dampak dengan integritas dan kemanusiaan.
"Jadilah generasi yang mampu mengarahkan teknologi untuk kemajuan masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan." — Prof. Dr. Nur Sultan Salahuddin, S.Kom., M.T.

Terima kasih kepada Prof. Sultan dan keluarga besar Universitas Gunadarma atas inspirasinya. Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati STIMATA. Teruslah belajar, berkarya, dan berkolaborasi.

Ingin menjadi bagian dari generasi talenta digital berikutnya? Informasi pendaftaran mahasiswa baru ada di halaman Pendaftaran STIMATA.


📘 Bagikan ke Facebook